MAKALAH
MEMAHAMI PUBLIK MELALUI IMPLEMENTASI
BIG DATA PADA DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI
Ibu Nurul Maharani Piranti, S.T., M.Si
Disusun Oleh:
Oktovia Wena Martha Karma
2020.2144.2.02
POLITEKNIK IMIGRASI
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI KEIMIGRASIAN
KEMENTRIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan nikmat kepada kami, sehingga dengan bimbingan Ibu Nurul Maharani Piranti, S.T., M.Si. Saya dapat menyeusun dan menyelesaikan tugas yang diberikan.
Dalam menyelesaikan makalah ini banyak hal yang menghambat proses dalam pembuatannya, namun semua itu dapat dilalui berkat dukungan dari semua pihak. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Pengantar Teknologi Informasi, Makalah dengan judul “MEMAHAMI PUBLIK MELALUI IMPLEMENTASI BIG DATA PADA DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI”.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik, masukan, dan saran yang membangun untuk kesempurnaan dalam pembuatan makalah ini.. Dan saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan makalah ini, kurang dan lebihnya saya mohon maaf, dan apabila terdapat kesalahan pada pebulisan nama, tempat, tanggal dan waktu, jabatan, ataupun gelar, saya mohon.
Demikian kata sambutan yang dapat saya berikan, semoga dari makalah ini dapat memberikan berbagai manfaat dan juga dapat memberikan informasi dan pembelajaran bagi kita semua. Semoga Allah senantias memberkati kita, Amin.
Biak, 31 Juli 2021
Oktovia Wena Martha Karma
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………
1.1. Latar Belakang…………………………………………………………………………....
1.2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………...........
1.3. Tujuan……………………………………………………………………………………...
1.4. Manfaat…………………………………………………………………………………….
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………….
2.1.Definisi Big Data……………………………………………………………………….......
2.2.Kegunaan Big Data dan Permasalahan Mengenai Big Data…………………………....
2.3.Menggapai Zona Intergritas melalui Implementasi Big Data…………………………..
BAB III PENUTUP………………………………………………………………………………..
A. Kesimpulan………………………………………………………………………………...
B. Saran…………………………………………………………………………………….....
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………..
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Pada era digital ini, tentunya informasi menjadi satu hal yang sangat vital dalam menunjang digitalisasi tersebut karena informasi sudah banyak digunakan diberbagai bidang untuk memudahkan pekerjaan setiap pemakaiannya dan membantu proses kegiatan strategis namun semua informasi tersebut harus disimpan, dikelola, dan dilindungan informasi lebih dapat dimaksimalkan manfaatnya. Sudah banyak sekali kejadian yang merugikan perusahaan karena tidak memanfaatkan informasi yang ada atau bahkan membuang informasi yang diperoleh, hal tersebut sangat merugikan perusahaan karena tidak dapat memaksimalkan fungsi dari informasi yang ada untuk mempermudah proses pengambilan keputusan, perencanaan strategis, dan perencanaan operasional. Hal seperti ini harus dapat dicegah dengan penanganan yang baik serta perhatian yang lebih agar informasi tersebut dapat bermamfaat secara maksimal bagi perusahaan.
Saat ini sudah banyak perusahaan yang menyadari pentingnya pengolaan data dengan cara memanfaatkan big data. Akhir-akhir ini juga istilah ‘big data’ menjadi topik yang sering dibahas dalam industri Teknologi Informasi. Banyak pihak yang mungkin heran kenapa topik ini menjadi pusat perhatian padahal ledakan informasi telah terjadi secara berkelangsungan sejak dimulainya era informasi, perkembangan volume dan jenis data yang terus meningkat secara berlipat-lipat dalam dunia maya (internet), semenjak kelahirannya tersebut adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Mulai data yang hanya berupa teks, gambar atau foto, lalu data berupa video hingga data yang berasal sistem pengindraan.
Hingga saat ini definisi resmi dari istilah ‘big data’ belum ada. Namun demikian latar belakang dari munculnya istilah ini adalah fakta yang menunjukkan bahwa pertumbuhan data yang terus berlipat ganda dari waktu ke waktu telah melampaui batas kemampuan media penyimpanan maupun sistem database yang ada saat ini.
Akhir-akhir ini, istilah 'big data' menjadi topik yang dominan dan sangat sering dibahas dalam industri IT. Banyak pihak yang mungkin heran kenapa topik ini baru menjadi pusat perhatian padahal ledakan informasi telah terjadi secara berkelangsungan sejak dimulainya era informasi. Perkembangan volume dan jenis data yang terus meningkat secara berlipat-lipat dalam dunia maya Internet semenjak kelahirannya adalah fakta yang tak dapat dipungkiri. Mulai data yang hanya berupa teks, gambar atau foto, lalu data berupa video hingga data yang berasal system pengindraan. Lalu kenapa baru sekarang orang ramai-ramai membahas istilah big data? Apa sebenarnya 'big data' itu?
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka terdapat beberapa perumusan masalah diantaranya:
1. Mengetahui Definisi dari Big Data.
2. Mengetahui kegunaan tetapi juga permasalahn mengenai Big Data.
3. Menggapai Zona Integritas melalui Implementasi Big Data.
1.3.Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah diatas, adapun tujuan dari penyusunan makalah ini ialah:
1. Untuk mengetahui definisi dari big data.
2. Untuk mengetahui kegunaan tetapi juga permasalahan mengenai big data.
3. Untuk mengetahui cara menggapai zona intergritas melalui implementasi big data.
1.4. Manfaat
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi penulis
Dapat menambah pengetahuan sebagai bekal dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh dibangku pendidikan dalam dunia kerja yang sesungguhnya.
2. Bagi pembaca
Hasil dari pembuatan makalah ini diharapkan dapat menambah informasi dan referensi referensi bacaan bagi semua pihak yang membutuhkannya untuk sebagai sarana pembelajaran bacaan bagi semua pihak yang membutuhkannya untuk sebagai sarana pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Big Data
Definisi Big Data Big Data adalah istilah umum untuk segala kumpulan himpunan data dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks sehingga menjadikannya sulit untuk ditangani atau di proses jika hanya menggunakan manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional. Big Data merupakan istilah untuk data elektronik, yang tidak hanya sangat besar, tapi juga sangat cepat berubah, dan sangat banyak jenisnya.
Big Data menjadi sangat populer di dunia teknologi setelah miliaran manusia menggunakan internet untuk berbagai kebutuhan. Sangat banyak data tersimpan di komputer-komputer dan di internet berupa teks, gambar, suara, video, animasi, blog, buku, cuaca, posisi tempat di bumi, suhu, penerbangan, belanja di supermarket, dan lain-lain. Perusahaan “Super Big” pengguna Big Data, antara lain Facebook, Google, Twitter, dan Yahoo. Big Data menjamin pemrosesan solusi data dengan varian baru maupun yang sudah ada untuk memberikan manfaat nyata bagi bisnis. Namun pengolahan data dengan ukuran dan kompleksitas besar tetap sekedar solusi teknologi kecuali jika dikaitkan dengan tujuan bisnis.
Hal terpenting dari Big Data bukanlah sekedar kemampuan teknis untuk mengolah data melainkan manfaat yang dapat disadari oleh perusahaan dengan menggunakan Big Data Analytics Terminologi Big Data diyakini berasal dari perusahaan pencarian web yang mengolah data dengana gregasi yang terdistribusi sangat besar dan tidak terstruktur. Big Data melibatkan proses pembuatan data, penyimpanan, penggalian informasi, dan analisis yang menonjol dalam hal volume, velocity, dan variety. 1. Volume (Ukuran) Pada tahun 2000 lalu, PC biasa pada umumnya memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 10 gigabytes.
Saat ini, Facebook menyedot sekitar 500 terabytes data baru setiap harinya; sebuah pesawat Boeing 737 menghasilkan sekitar 240 terabytes data penerbangan dalam satu penerbangan melintasi Amerika; makin menjamurnya penggunaan ponsel pintar (smartphone), bertambahnya sensor-sensor yang disertakan pada perangkat harian, akan terus mengalirkan jutaan data-data baru, yang terus terupdate, yang mencakup data-data yang berhubungan dengan lingkungan, lokasi, cuaca, video bahkan data tentang suasana hati si pengguna ponsel pintar.
Velocity (kecepatan) Clickstreams maupun ad impressions mencatat perilaku pengguna Internet dalam jutaan event per detik; algoritma jual-beli saham dalam frekwensi tinggi dapat mencerminkan perubahan pasar dalam hitungan microseconds; proses-proses yang melibatkan hubungan antara suatu mesin dengan mesin lainnya telah melibatkan pertukaran data antar jutaan perangkat; peralatan sensor dan perangkat-perangkat pada infrastruktur menghasilkan log data secara real time; sistem game online dapat melayani jutaan pengguna secara bersamaan, yang masing-masing memberikan sejumlah input per detiknya.
Variety (ragam) Big Data tidak hanya menyangkut data yang berupa angka-angka, data tanggal, dan rangkaian teks. Big Data juga meliputi data-data ruang / geospatial, data 3D, audio dan video, dan data-data teks tak berstruktur termasuk file-file log dan media sosial. Sistem database tradisional didesain untuk menangani data-data berstruktur, yang tak terlalu sering mengalami update atau updatenya dapat diprediksi, serta memiliki struktur data yang konsisten yang volumenya tak pernah sebesar Big Data.
Selain itu, sistem database tradisional juga didesain untuk digunakan dalam satu server yang berdiri sendiri, yang berakibat pada keterbatasan dan mahalnya biaya untuk peningkatan kapasitas, sedangkan aplikasi sudah dituntut untuk mampu melayani pengguna dalam jumlah yang jauh lebih besar dari yang pernah ada sebelumnya. Dalam hal ini, database Big Data seperti halnya MongoDB maupun HBase, dapat memberikan solusi yang feasible yang memungkinkan peningkatan profit perusahaan secara signifikan. Berikut ini tiga jenis format data : 1. Structured data seperti relational database (RDBMS) 2. Semi-Structured data seperti XML, JSON 3. Unstructured data seperti Dokumen, metadata, video, gambar, audio, file teks, ebooks, email message, social media, jurnal dll.
Hingga saat ini, definisi resmi dari istilah big data belum ada. Namun demikian, latar belakang dari munculnya istilah ini adalah fakta yang menunjukkan bahwa pertumbuhan data yang terus berlipat ganda dari waktu ke waktu telah melampaui batas kemampuan media penyimpanan maupun sistem database yang ada saat ini. Kemudian, McKinseyGlobal Institute (MGI), dalam laporannya yang dirilis pada Mei 2011, mendefinisikan bahwa big data adalah data yang sudah sangat sulit untuk dikoleksi, disimpan, dikelola maupun dianalisa dengan menggunakan sistem database biasa karena volumenya yang terus berlipat. Tentu saja definisi ini masih sangat relatif, tidak mendeskripsikan secara eksplisit sebesar apa big data itu.
Tetapi, untuk saat sekarang ini, data dengan volume puluhan terabyte hingga beberapa petabyte kelihatannya dapat memenuhi definis MGI tersebut. Di lain pihak, berdasarkan definisi dari Gartner, big data itu memiliki tiga atribute yaitu : volume , variety , dan velocity. Ketiga atribute ini dipakai juga oleh IBM dalam mendifinisikan big data. Volume berkaitan dengan ukuran, dalam hal ini kurang lebih sama dengan definisi dari MGI. Sedangkan variety berarti tipe atau jenis data, yang meliputi berbagai jenis data baik data yang telah terstruktur dalam suatu database maupun data yang tidak terorganisir dalam suatu database seperti halnya data teks pada web pages, data suara, video, click stream, log file dan lain sebagainya. Yang terakhir, velocity dapat diartikan sebagai kecepatan dihasilkannya suatu data dan seberapa cepat data itu harus diproses agar dapat memenuhi permintaan pengguna.
Jadi, yang dimaksud dengan ‘big data’ bukanlah semata-mata hanya soal ukuran, bukan hanya tentang data yang berukuran raksasa. Big data adalah data berukuran raksasa yang volumenya terus bertambah, terdiri dari berbagai jenis atau varietas data, terbentuk secara terus menerus dengan kecepatan tertentu dan harus diproses dengan kecepatan tertentu pula. Momen awal ketenaran istilah ‘big data’ adalah kesuksesan Google dalam memberdayakan ‘big data’ dengan menggunakan teknologi canggihnya yang disebut Bigtable beserta teknologi-teknologi pendukungnya.
2.2. Kegunaan dari Big Data dan Permasalahan mengenai Big Data
A. Kegunaan Big Data antara lain:
§ Menciptakan transparansi : membuat big data dapat lebih mudah diakses oleh yang berkepentingan (stakeholder) yang relevan secara tepat waktu dapat menciptakan nilai yang luar biasa. Dalam hal ini big data dapat di integrasikan sehingga informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh lebih efisien.
§ Perusahaan semakin meningkatkan penggunaan Big Data untuk mengatasi tantangan operasional : pelanggan masih merupakan fokus terbesar, tetapi perusahaan telah mulai menggunakan Big Data untuk mengelola kembali proses back-office dan operasional.
§ Mendukung/mengganti keputusan manusia dengan algoritma yang otomatiskan : Analisa dengan bantuan algotritma dapat meningkatkan pengambilan keputusan, meminimalkan resiko, dan menggali wawasan yang berharga, yang dapat dilakukan secara otomatis. Meskipun keputusannya belum otomatis.
§ Mengaktifkan eksperimentasi : karena pembuatan dan penyimpanan transaksi dalam bentuk digital, organisasi/perusahaan dapat mengumpulkan data lebih akurat dan kinerja yang lebih terperinci. Kecepatan (bukan volume) yang mendorong dampak dari Big Data : Real time data merupakan kecenderungan tipe data yang terjadi dan dihadapi oleh perusahaan saat ini. Kecepatan data yang dolah dengan platform real time analytic akan menghasilkan informasi yang cepat serta mendukung pengambilan keputusan yang cepat.
§ Manfaat yang bisa diberikan dari Big Data antara lain bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap dari sebelumnya karena biasanya data yang dianalisis adalah data terstruktur misalnya data relasional database. Pentingnya Big Data, tidak hanya berputar pada jumlah data yang organisasi miliki, tetapi hal yang penting adalah bagaimana mengolah data internal dan eksternal.
B. Permasalahan mengenai Big Data
Permasalahan Mengenai Big Data
Ø Bukan Hanya Masalah Ukuran, Tapi Lebih pada Ragam kini jelas bahwa Big Data bukan hanya masalah ukuran yang besar, terlebih yang menjadi ciri khasnya adalah jenis datanya yang sangat beragam dan laju pertumbuhan maupun frekwensi perubahannya yang tinggi. Dalam hal ragam data, Big Data tidak hanya terdiri dari data berstruktur seperti halnya data angka-angka maupun deretan huruf-huruf yang berasal dari sistem database mendasar seperti halnya sistem database keuangan, tetapi juga terdiri atas data multimedia seperti data teks, data suara dan video yang dikenal dengan istilah data tak berstruktur.
Terlebih lagi, Big Data juga mencakup data setengah berstruktur seperti halnya data e-mail maupun XML. Dalam hal kecepatan pertumbuhan maupun frekwensi perubahannya, Big Data mencakup data-data yang berasal dari berbagai jenis sensor, mesin-mesin, maupun data log komunikasi yang terus menerus mengalir. Bahkan, juga mencakup data-data yang tak hanya data yang berada di internal perusahaan, tetapi juga datadata di luar perusahaan seperti data-data di Internet. Begitu beragamnya jenis data yang dicakup dalam Big Data inilah yang kiranya dapat dijadikan patokan untuk membedakan Big Data dengan sistem manajemen data pada umumnya.
Ø Fokus pada trend per-individu, kecepatan lebih utama dari pada ketepatan
Hingga saat ini, pendayagunaan Big Data didominasi oleh perusahaanperusahaan jasa berbasis Internet seperti halnya Google dan Facebook. Data yang mereka berdayakan pun bukanlah data-data internal perusahaan seperti halnya datadata penjualan maupun data pelanggan, lebih menitik beratkan pada pengolahan datadata teks dan gambar yang berada di Internet. Bila kita melihat gaya pemberdayaan data yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pada umumnya, yang dicari adalah trend yang didapat dari pengolahan data secara keseluruhan. Misalnya, dari data konsumen akan didapat informasi tentang trendkonsumen dengan memproses data konsumen secara keseluruhan, bukan memproses data per-konsumen untuk mendapatkan trend per-konsumen.
Dilain pihak, perusahaan-perusahaan jasa berbasis Internet yang memanfaatkan Big Data justru memfokuskan pemberdayaan data untuk mendapatkan informasi trendper-konsumen dengan memanfaatkan atribut-atribut yang melekat pada pribadi tiap konsumen. Sebut saja toko online Amazon yang memanfaatkan informasi maupun atribut yang melekat pada diri per-konsumen, untuk memberikan rekomendasi yang sesuai kepada tiap konsumen. Satu lagi, pemberdayaan data alaBig Data ini dapat dikatakan lebih berfokus pada kecepatan ketimbang ketepatan.
2.3. Menggapai Zona Intergritas melalui Implementasi Big Data.
Direktorat Jenderal Imigrasi merupakan Unit Eselon 1 (satu) pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), yang salah satu fungsinya adalah sebagai Penyelenggara layanan publik dengan subjek layanan adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). Sebagai penyelenggara layanan publik, Tingkat Kepuasan Masyarakat menjadi hal yang krusial.
Kewajiban untuk memahami tingkat Kepuasan Masyarakat juga relevan dengan ketentuan yang termaktub dalam Permenpan-RB Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, yang menjadikan tingkat Kepuasan Masyarakat sebagai instrumen pokok dalam peningkatan Kualitas Pelayanan Publik guna mencapai Zona Integritas (ZI). Namun, dalam pelaksanaannya, Survei Kepuasan Masyarakat mengalami beberapa kendala, yakni Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, dan waktu pelaksanaan yang terlalu lama, sehingga seiring waktu, permasalahan yang teridentifikasi menjadi tidak relevan (Lukito, 2016).
Penerapan Teknologi Informasi (TI) sebagai sarana pendukung dalam mewujudkan dan mempertahankan Zona Integritas dianggap sebagai salah satu solusi yang terbukti mampu mengakselerasi penerapan Zona Integritas, dengan cara menjembatani kebutuhan masyarakat dan layanan yang diberikan oleh lembaga pemerintah (Caesaringi, 2018). Disisi lain, masyarakat secara aktif berinteraksi di dunia maya melalui platform sosial media, yang dikenal dengan Information Society (Partridge, 2007).
Information society dicirikan melalui interaksi tanpa batas, perspektif yang beragam serta berpotensi untuk memulai gerakan sosial melalui penggiringan opini (Antonijević, 2018). Peristiwa Arab Spring di tahun 2011, yang dimulai dari diskusi yang terjadi pada platform sosial media Twitter berhasil menjatuhkan pemerintahan di 5 (lima) negara Timur Tengah. Dapat disimpulkan, bahwa memahami Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap penyelenggara Negara sangat penting (Sahide et al, 2015).
Ø Potensi Pemanfaatan Big Data di Indonesia
Big data secara umum dapat diartikan dengan data yang diproduksi oleh kegiatan publik, baik yang bersifat komersial maupun pribadi (Yumna et al, 2020). Faktanya, Indonesia adalah salah satu negara penghasil big data terbesar di dunia, dengan pengguna internet sebesar 175.4 juta orang atau sebanyak 64 persen dari populasi, dengan peningkatan sebesar 17 persen di tahun 2019 hingga 2020 (Hootsuite, 2020). Selain itu, pada bulan Januari 2020 saja, tercatat 10.65 juta tweets mewarnai percakapan dunia maya, dengan lebih dari 70 persennya berisikan dukungan maupun kritik terhadap pemerintah (Kemp, 2020).
Big Data dapat memahami pola interaksi yang unik, menemukan pola percakapan hingga mengidentifikasi aktor yang membentuk opini publik dalam sebuah jaringan percakapan yang tidak mungkin dilakukan dengan data skala kecil (Riahi & Riahi, 2018). Namun, potensi big data masih belum tereksplorasi secara maksimal, tercatat hanya Pemerintah Kota Bandung yang telah mencapai level corporate adoption, yakni menganalisis big data sebagai dasar pembuatan keputusan (Sirait, 2016). Di sisi lain, ukuran sampel yang besar, membutuhkan pendekatan yang inovatif, salah satunya melalui metode Social Network Analysis.
(SNA Social Network Analysis (SNA), Metode Eksplorasi Big Data pada Layanan Keimigrasian Layanan Keimigrasian cukup popular di dunia maya, tercatat bahwa pada tanggal 19 Januari 2021, terdapat 1443 tweets, dan 205459 impression dengan kata kunci pencarian “DitjenImigrasi” pada platform sosial media Twitter, dengan sentimen yang beragam. Selain itu, analisis big data bersifat real time monitoring, yakni dapat mengetahui tingkat kepuasan serta kebutuhan masyarakat secara langsung, dengan biaya yang rendah (Murnawan & Siagian, 2017).
Penggunaan big data dapat membantu dalam mengidentifikasi permasalahan yang dapat ditindaklanjuti melalui survei Kepuasan Masyarakat. Social Network Analysis (SNA) sebagai metode eksplorasi big data akan digunakan sebagai sarana pemetaan jejaring sosial media, yang digunakan untuk melakukan identifikasi pola, struktur dan pemetaan jaringan komunikasi serta hubungan antar satu unit entitas dengan unit entitas lainnya (Setatama & Tricahyono, 2018). Metode SNA sangat dibutuhkan untuk mengurai big data yang bersifat acak, menjadi data yang bersifat terstruktur dan dapat dianalisis. Secara singkat, langkah analisa big data melalui metode Social Network Analysis (SNA) dimulai dengan Data Mining, yakni mengekstrak data, dan menyusunnya dalam struktur yang berurutan dengan tujuan analisis (Dutt et al, 2017). Berikutnya, dilanjutkan dengan Data Cleaning, yakni melakukan menghapus determinan yang tidak diperlukan dalam sebuah dataset, dengan tujuan sifat dan variable data siap diolah sesuai dengan kebutuhan (Zhang & Liu, 2017). Selanjutnya adalah Data processing, dengan menggunakan Analisis Sentimen, dan Pemetaan Jaringan Percakapan. Kemudian, Data presentation, yang berarti mempresentasikan data dalam bentuk tabel sentimen, dan visualisasi jaringan percakapan, serta identifikasi aktor terkait (Yusainy et al, 2017).
Ø Analisis SNA dengan Kata Kunci Ditjen Imigrasi
Sebagai gambaran, telah dilakukan analisis terhadap kata kunci “ditjenimigrasi” pada tanggal 01 Januari s.d 19 Januari 2021, yang menghasilkan 3197 tweets. Melalui analisis Social Network Analysis (SNA), didapatkan hasil bahwa 2298 masyarakat merespon positif, diikuti dengan 773 masyarakat merespon netral, dan hanya 126 masyarakat yang merespon negative terhadap kebijakan Keimigrasian selama pandemi COVID-19. Selain itu, teridentifikasi bahwa @ditjenimigrasi, menjadi pemulai percakapan, yang kemudian diteruskan kepada masyarakat oleh @kemenkumham_RI, @kanimdepok dan beberapa unit kerja terkait. Terakhir, percakapan pada level masyarakat awam dimulai oleh media mainstream, seperti @detikcom, dan @kompasid.
Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai salah satu lembaga penyelenggara pelayanan publik wajib memahami tingkat kepuasan dan kebutuhan masyarakat terkait layanan Keimigrasian. Potensi penggunaan big data dalam fungsinya untuk mengukur dan memahami tingkat kepuasan masyarakat sebagai sarana peningkatan Kualitas pelayanan publik, dalam kerangka mewujudkan dan mempertahankan Zona Integritas pada Direktorat Jenderal Imigrasi menjadi sebuah potensi yang tidak boleh dilewatkan.
Kemampuan analisis big data dengan metode Social network Analysis (SNA) sebagai solusi yang efisien, cepat dan efektif dalam menjangkau seluruh lapisan pengguna layanan dapat dipertimbangkan sebagai sarana identifikasi permasalahan dalam mendukung survei kepuasan masyarakat yang dilaksanakan setiap tahunnya. Melalui percobaan singkat, telah dibuktikan bahwa big data mampu mengkategorikan respon masyarakat.
Berdasarkan 3197 tweets yang diunduh pada 19 Januari 2020, dapat disimpulkan bahwa 2298 masyarakat merespon positif, diikuti dengan 773 masyarakat merespon netral, dan hanya 126 masyarakat yang merespon negatif terhadap layanan publik ditjen Imigrasi selama pandemi COVID-19, sekaligus mengidentifikasi aktor yang terlibat. Berkaca dari potensinya yang besar, serta trial practice yang telah dilaksanakan, big data agaknya dapat menjadi solusi yang murah dan efisien untuk diiimplementasikan. Tujuannya cukup jelas, yakni agar seluruh satuan kerja pada Direktorat Jenderal Imigrasi dapat mencapai dan mempertahankan Zona Integritas, sekaligus relevan dengan semangat inovasi digital di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan Saat ini kita sedang berada di era teknologi informasi, dan memberdayakan Big Data adalah salah satu kunci sukses. Jadi, Big Data adalah data yang berukuran raksasa dan volumenya akan terus bertambah, terdiri dari berbagai jenis data, terbentuk secara terus menerus dengan kecepatan tertentu, dan dan harus di proses dengan kecepatan tertentu juga. Big Data merupakan istilah data elektronik yang tidak hanya sangat bersar melainkan juga sangat cepat berubah dengan berbagai banyak jenisnya. Di jagad teknologi, Big Data menjadi sangat popular setelah miliaran manusia menggunakan internet untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Karena memberikan banyak manfaat disegala bidang, seperti sekarang ini mayoritas orang sudah bergantung kepada internet untuk menunjang kegiatan usahanya dengan laba yang bisa diperoleh dari penggunaan big data misalnya saja pada suatu perusahaan. Ada pun tiga dimensi awal dalam Big Data yaitu 3V yang pertama Volume, Variety dan Velocity.
B. Saran
Penggunaan Big Data dalam sektor pemerintahan secara khusus pada Direktorat Jenderal Imigrasi adalah adanya transparansi pada data-data yang disajikan. Hal ini akan sangat berguna bagi masyarakat untuk mengetahui secara lebih transparan data-data yang mengenai pemerintahan sehingga dapat mewujudkan Open Government yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
DAFTAR PUSTAKA
Internet:
https://modengkara.net/manfaat-big-data-dan-permasalahannya/
https://pdfcoffee.com/makalah-big-data-7-pdf-free.html
https://www.teknologi-bigdata.com/2013/03/apa-itu-big-data.html
http://muhammadrozikin-sim.blogspot.com/2018/01/makalah-big-data.html

Komentar
Posting Komentar